Ibnu Qayyim Al-Jauziyah bertutur: ”Jika manusia tahu bahwa kematian mengehentikannya dalam beraktivitas, maka ia pasti akan melakukan perbuatan dalam hidupnya yang pahalanya terus mengalir setelah mati.” semoga catatan ini menjadi salah satunya ... bismillah by: www.familyonline-shop.com

Kamis, 01 Agustus 2013

Tips Menghafal Alqur’an





http://ummuhanik.files.wordpress.com/2010/06/timthumb-php8.jpeg
gambar dari sini


Disampaikan Oleh : Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Ditulis oleh : Ummu Abdullah berdasar rekaman kajian beliau

·         Sisihkan waktu selama 15 menit saja perhari, insyaAllah kita akan dapat menghafal Alqur’an dengan sempurna.
·         Ada sebuah kisah : di desa kami ada beberapa akhwat di masjid (khusus wanita), merkea mengumpulkan para wanita lanjut usia, umurnya sekitar 50-60 tahun yang tidak bisa baca dan tulis, hafalan mereka kisaran al falaq dan an nas, yakni hanya beberapa surat saja, agar mereka bisa gunakan untuk shalat. Dan hafalan awal mereka surat al fatihah dan al mu’awwidzat, surat surat pendek dan hafalan bertasyahud. Maka mulailah para ibu ibu dating, lalu ukhti tadi membaca al faihah dan para ibu ibu mengikuti bacaannya dengan diulang ulang sampai ibu  ibu tadi hafal al fatihah dengan baik, lalu mu’awidzat, lalu menghafal tasyahud lalu menghafal surat surat pendek dengan mengikuti guru berulang-ulang. Dan kitapun bisa melakukannya dirumah, dengan mengambil kaset murotal. Ketika qori membaca, kita ikuti bacaannya dan diulang ulang dan sekarang ada program computer dalam bentuk CD namanya mushaf mu’alim. Bacaannya dapat diulang sembilan kali dan kita bisa terus mengikuti bacaannya berulang ulang sampai hafal. Akhwat tadi, mereka tidak mempunyai computer, akhwat mulai membaca dan mengajarkan ibu ibu tadi hanya sekali dalam seminggu, khusus wanita, mereka menghafal surat surat pendek. Akhwat tadi bertanya kepada ibu ibu : hafalannya ditambah ya, ibu ibu menyahut: ya … tambahkan saja hafalannya. Dan hafalan mereka terus menerus bertambah sehingga mereka hafal juz ‘amma seluruhnya. Sehingga merasakan nikmatnya iman dan lezatnya Alquran. Dan mereka juga hafal juz tabarok. Mereka memulai jiz tabarok, 5 ayat-5 ayat atau 3 ayat – 3ayat dan akhirnya hafal seluruhnya juz tabarok. Mereka juga hafal juz Qod Sami’a. Kemudian kamipun mengadakan perlombaan buat mereka dan mulailah para wanita ini menghafal alqur’an. Yang perlu kita tau, ibu ibu tersebut tidak bisa baca dan tidak bisa menulis. Dan pemenang pertama yang kami beri hadiah, dia hafal 28 juz, ia berumur 62 tahun dan ia tidak bisa membaca dan menulis. Ia menghafal dengan cara mendengar dari rekaman (kaset) dan dari guru perempuannya yang memudahkannya, dan hafal dengan baik. Lalu setelahnya berumur 50 tahun ada yang hafal 18 juz, 15 juz, 14 juz dan 28 juz, ibu ibu tua buta huruf yang tidak bisa baca tulis. Lalu seharusnya, kita yang ustadz, basya, doctor, guru, mahasiswa, dosen, berapa juz yang seharusnya kita hafal? Atau kita hanya menghafal surat pendek saja? Bukan merupakan aib wahai para doctor untuk memulai menghafal satu juz, kemudian dua juz.
·         Dan saya (ust. Wahid) takjub melihat dan mendengar kisah tadi. Kuncinya 15 menit atau seperempat jam setiap hari kita menghafal 3 ayat. Tidak sulit bukan?
·         Saya (ust. Wahid) katakan : bukanlah hal yang sulit bagi anda, hanya 3 ayat dan selama 10-15 menit pun anda sudah hafal. Pilih waktu yang tidak akan menganggu pekerjaan atau bisnis anda.
·         Tips Menghafal alqur’an :
1.       Niat ikhlas karena Allah
Untuk apa kita menghafal : menghafal Alqur’an hanya untuk Allah, agar kita bisa masuk surge, agar menjadi orang-orang pilihan Allah, agar alqur’an dapat menaungi kita pada hari kiamat.
2.       Menghafal dari satu cetakan mushaf
Jangan seriap surat dengan cetakan yang saling berbeda, sehingga nantinya hafalan kita bergantung pada banyak cetakan. Jadi perlu bagi kita menghafal dari satu cetakan mushaf. Kita bisa dapatkan dari salah satu cetakan yang terkenal seperti cetakan malik fahd ataupun madinah munawwaroh.
3.       Menghafal dengan talaqqi dari qori’ yang ahli
Selanjutnya kita perlu menyetor hafalan kita dihadapan qori yang mahir, siapapun orang yang kita jumpai atau imam masjid manapun, kita bisa menyetorkan hafalan dihadapannya 3 ayat setiap hari. Dan kita akan merasa tidak keberatan, atau mungkin teman kantor kita juga bisa, teman kerja atau siapapun yang kita jumpai dimasjid misalnya katakana saja : “tolong dengarkan bacaan saya 3 ayat saja”. Tidak harus menghafal dihadapan mereka yang sudah meraih gelar doktor. Karena Alquran tidak ada kaitannya dengan gelar doctoral, magister, Alquran hanya butuh kaidah dalam membaca. Kita cukup pelajari kaidah tajwid, ketika kita sudah bisa, insyaAllah kita bisa membaca dihadapan saiapa saja yang bisa kita percaya, 1 juz misalnya. Kemudian kita pulang dan membaca sendiri dengan computer… akan tetapi masih nomor satu yaitu membaca dan menghafal dihadapan qori yang mahir. Dan kita bisa dapatkan CD mushaf mu’allim yang dapat diulang ulang, kemudian dimasukan ke komputer kemudian mulai ikuti bacaannya agar bacaan kita bagus.  Ada CD dengan suara Hudzalfi, Alminsyawi, Abdul Bashit, pilih sesuai yang kita inginkan. Kemudian kita baca setelahnya dan ikutilah bacaan mereka, ikuti supaya kita dapat mengucapkan huruf hurufnya dengan benar. Demi Allah, kita akan bisa merasakan nikmatnya alquran dan dengan alquran kita akan semakin dekat kepada Allah.
4.       Menghafal setelah fajr (subuh)
Menghafal setelah terbitnya fajar, karena waktu fajar adalah waktu yang baik dan penuh berkah dan Nabi Muhammad berdoa untuk mereka yang mengerjakan sesuatu di waktu fajar agar Allah melimpahkan berkah kepada mereka, beliau berdo’a : “Ya Allah limpahkanlah berkah untuk umatku pada waktu paginya”. Jadi setelah fajar kita mulai hafalkan 5 ayat dan mulailah…
5.       Meminimkan yang dihafal
Minimkan hafalan, setiap hari tidak harus menghafal seperempat (hal/juz) karena nanti syetan membisikan “ayo hafalkan sepermpat (hal/juz) atau 2 ¼ …” dan ketika kita sudah menyelesaikan 1 juz kita lupa sepertiga dari hafalan kita. Perbuatan yang sedikit tapi berkesinambungan lebih baik dari pada banyak namun akhirnya terputus.
6.       Membaca hafalan di setiap kali shalat
Minimkan hafalan dan ulangi hafalan kita 5 kali dalam shalat. Tidak mengapa sehari menghafal 3 ayat, lalu kemudian kita ulangi hafalan ktia ketika shalat dhuha, subuh dan shalat sunnah subuh, dzuhur, dan sunnah dzuhur, ashar dan shalat sunnah ashar, maghrib, dan shalat sunnah maghrib, shalat isya dan sunnah isya, bukanlah hal yang sulit, karena hanya 3 ayat. Dan hari selanjutnya tambah hafalan lagi 3 ayat. Setelah menghafal ulangi hafalan tersebut dalam shalat. Menghafal cukup 7 menit tapi kita mengulanginya dalam setiap shalat kita. Ketika kita berjalan kemasjid atau berjalan pulang kita dapat mengulang ulang hafal kita. Pulang pergi kemasjid mungkin kita dapat mengulang hafalan kita lima kali atau lima belas kali, dan hafalan kita akan kuat dan sempurna. Dan pada hari jum’at kita mengulangi hafalan kita yang telah kita hafal selama satu pecan. Dan usahakan banyak membaca hafalan di dalam shalat. Setelah isya ada shalat sunnah 2 rakaat dengan membaca seluruh yang telah ktia hafal.
7.       Muroja’ah (mengulang)
Mengulang hafalan yang telah lalu dan mengulangi hafalan tersebut pada shalat sunnah 2 rakaat setelah isya.
8.       Luangkan waktu sepekan untuk mengulang setelah hafal 1 juz.
Apabila Allah memuliakan kita dengan menghafal  1 juz dengan sempurna, maka kita berhenti menambah hafalan selama sepekan penuh. Misalnya kita telah menghafal juz ‘amma, setelah hafal jangan langsung menambah hafalan baru, tapi dalam sepekan penuh, setiap hari mengulang juz ‘amma 2 kali, terus setiap hari 2 kali supaya hafalan kita sempurna terus dengan perlahan. Setan akan membisiki di telinga kita : “wah telah hafal juz ‘amma, ayo cepat segera hafalkan juz 28 dan 29, ayo cepat”. Yah hafalkanlah secara perlahan, sedikit demi sedikit, kalo tidak bisa jadi kita tidak akan hafal apapun selama 10 tahun.
9.       Jika sudah hafal 1 juz, mengulang ¼ hafalan yang lalu ditambah 3 ayat baru.
Apabila Allah memuliakan kita dengan menghafal 1 juz, maka setiap hari kita menambah hafalan 3 ayat dan mengulang seperempat hafalan kita yang lalu. Jika Allah memuliakan kita dengan menghafal 2 juz,makan kita harus mengulangi 2/4 dari hafalan kita ditambah 3 ayat hafalan baru. Bgeitulan seteruskan dan kit abaca apa yang telah kita hafal dalam dua rakaat shalat sunnah setelah isya.
10.   Meminimalisir makan, berbicara dan tidur
Setelah kita menghafal kita harus meminimalisir 3 hal penting :
Meminimalisir makan, ucapan dan juga tidur. Karena apabila kita meminimalisir makan, saat kita mengurangi makan, kita dapat menghafal, pembicaraan dikurangi dan waktu tidur dijadwal.
11.   Berdoa
Beroda semoga Allah memudahkan kita dalam menghafal alquran, semoga Allah memberkahi kita yang menghafal alquran, karena kita tidak akan bisa menghafal alquran kecuali dnegna taufiq Allah (pertolongan/anugerah Allah).

Ringkasan kitab :”Atsamaarulyaani’ah filkhuthobil jaami’ah” oleh Abdul Faqir dengan judul Kewajiban kita kepada Alquran Alkarim. kitab :”Atsamaarulyaani’ah filkhuthobil jaami’ah” dikarang oleh Ibnu Rajab Al Hanbali

*catatan ini saya tulis sebagai pengingat dan motivasi saya untuk bisa mengahafal alquran dan mendidik anak anak saya  menghafal Alquran ...hehe karena saya juga masih miskin hafalan ... SEMANGAT ...bismillah ...mari menghafal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar